Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

From June to July

Goodbye my extraordinary June : 1. I got lottery Prize . I was so happy for that, since it is  my first time and i feel so much lucky :)  2. The Foundation officially granted my scholarship application for exchange program. Alhamdulillah 3. After skipped many phased, luckily there was my name in the scholarship announcement . This is unbelievable, and I guess this is how Allah handled my worries about my study continuity. "Bonek" really works for me.  4. No assigment. No need to stay awake in the night. The 2nd semester officially ends. I owe to my self tons hours of sleep.  5. So much simple pleasure.Mine is having quality time with old friend.  6. Laughing after knowing that two of my best friend in Junior High School will have bride war. They will have the same wedding day, and knowing that each other said " can you reschedule yours ? " . Nothing I can do but praying for both of you.  Nothing more that I can say in June but Alhamdulillah. We

Dua

Siapa yang tak mau memiliki dua hal atau barang sekaligus. Pasti tak ada yang menolak. Punya dua rumah, dua mobil, dua handphone dan lainnya. Bahkan sekarang di televisi sedang gencar-gencarnya Ayu Ting-ting mengkampanyekan untuk makan Mie Instan dua sekaligus. Ya, memilki sesuatau lebih dari satu memang manusiawi bukan? . Termasuk kamu. Ya, kamu cukup manusiawi saat memilki dua pacar.. Hei, itu aku. Ya, aku yang menjadi pacar kedua. Orang lain bilang orang kedua itu Selingkuhan. Tapi kamu tak pernah bilang begitu. Kamu bilang aku yang paling cantik. Kamu bilang aku yang lebih segalanya dibanding pacar pertamamu itu. Ya, dia pacar pertamamu itu. Sore di hari Selasa, kamu pasti datang ke rumahku. Kamu datang dengan senyummuu yang sangat menaawan itu dan membawakanku makanan kesukaanku. Di depan selasar rumah aku dan kamu berbincang ringan, menertawakan hal yang sama, bercerita hal-hal remeh tentang apapun. Ah entah dari mana datang keberanian aku berkata kepadamu. “ Kena

Dia Bilang Saya Gila

Suatu ketika seorang teman saya, seorang atheis berkata kepada saya :  "Kalian, orang beragama adalah gila. melakukan berbagai hal yang tak berguna. Tidak rasional".  Saya pun menjawab. "Biarlah kamu bilang saya gila, selama apa yang membuat saya gila itu (menurutmu) bisa membuat saya tenang menjalani hidup. Iman adalah keyakinan dan kadang tidak rasional. Tapi, sesungguhnya semua ada jawabannya, hanya saja saya memberikanmu jawaban terbatas, saya bukan pemeluk agama yang baik".  Selamat memperingati Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.  “Maha suci Allah yang menjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Majidil Aqsha yang Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebahagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. (QS. 17.Al-Isra’ :1)

Random : Kelas Menengah , Gadget, Konser, Priceless

Pernah mendengar tentang penduduk dengan kelas menengah?. Ya, Indonesia adalah salah satu negara yang di saat semua negara krisis, negara kita justru merupakan negara yang berhasil bertahan, malahan jumlah penduduk kelas menengahnya naik drastis. Entah kenapa saya senang sekali membaca artikel tentang penduduk kelas menengah ini via media sosial, mengamati perilaku kelas menengah dan lain-lain. Kalau tidak salah, kelas menengah ini memiliki pengeluaran $2 - $10 , dengen gaji kisaran 3 jutaan hingga lebih perbulan. Nah, saya menduga kelas menengah ini ya temen-teman saya yang baru lulus kuliah dan sudah kerja. Ya, segitulah rata-rata gaji untuk fresh graduate ini. Ya, mungkin termasuk saya pada saat kerja dulu.  Salah satu ciri khas kelas menengah Indonesia adalah KONSUMTIF!!. Nah inilah yang dilirik berbagai produsen gadget atau lini industri lain yang kerap menggarap segmen ini. Mereka mendatangkan gadget-gadget terbaru demi memuaskan budaya konsumtif ini. Masih ingatkan?, berbag

John Grisham : Suka !!!

Rasanya berhasil merekomendasikan bacaan yang saya suka adalah hal yang menyenangkan. Sebenarnya saya ingin "meracuni" teman-teman untukk membaca tulisan-tulisan John Grisham dan Rene Suhardono. Tapi kali ini saya coba memberikan "teaser" untuk teman-teman membaca karya-karya John Grisham. (tulisan ini saya ambil dari tulisan saya sendiri di kompasiana) Perkenalan saya dengan John Grisham , yaitu kira-kira awal tahun 2010, saat toko Buku Gramedia mengadakan diskon besar-besaran menyambut ulang tahunnya, saya lupa tanggal pastinya. Kala itu, Toko buku tersebut mengadakan obral buku-buku fiksi. Saya yang suka baca novel langsung kalap, membeli buku sebanyak mungkin karena memang harganya murah antara Rp 10.000 sampai Rp. 25.000 saja. Salah satu novel yang saya beli berjudul “ The Street Lawyer “, pengacara jalanan yang harganya Rp. 15.000 saja. Membaca novel ini mengasyikkan sekali. Banyak hal baru dan seru yang saya ketahui tentang seluk beluk dunia hukum d

Trip to Gunung (Bukit) Kapur

Memutuskan mutasi dari  bisang minat yang saya ambil saat kuliah S1 ke bidang minat yang saya ambil sekarang (S2) sangat terasa signifikan perbedaannya. Terutama dari trip-trip yang dilakukan. Jika dulu saya muter-muter kawasan taman nasional untuk belajar ini itu, sekarang  ke lapangan jarang banget ke lapangan. Paling banter, semester kemarin saya dan teman-temen ke gunung gede Pangrango dan perjalanannya tentu beda dengan jaman s1 (baca : lebih elit, tanpa truk :P). Setelah sekian lama berkutat di Lab Genetik, Lab Mikoriza, dan Lab Pengaruh Hutan, kemarin dosen saya mengajak kami  trip ke Gunung (Bukit) Kapur di Ciampea, yang  Cuma 10 menit dari kampus. Hmmm, Cuma ke gunung kapur doang. Tapi, lumayan lah..daripada di Lab aja :P. Meskipun ke gunung kapur doank…tetap aja kita nrak-norak bergembira. Lumayan seger liat tanaman ijo. Sambil jalan-jalan ke hutan rakyat di sekitar situ, dosen saya menjelaskan secara ilmiah bagaimana gunung kapur itu terbentuk. Menurut beliau, gunu

Berbincang Denganmu

“Aku selalu ragu dengan keputusan-keputusan yang aku ambil. Aku takut salah mengambil arah”,ujarku padamu malam ini. “Memangnya ada orang yang benar-benar yakin tentang jalan yang dia tempuh ”, balasmu sambil menengguk secangkir kopi hangat yang baru saja kau seduh. “ Iya tak ada , tapi aku masih ragu”, ujarku lagi. “Aku takut dengan ketidakpastian”. “Apa ada orang yang benar-benar bisa memastikan jalan hidupnya. Rasanya, hebat sekali bisa seperti itu”. kamu berkata sambil seraya menenggelamkan jari-jari dalam keyboard laptop yang telah usang.   “Mungkin bukan ragu,tapi belum yakin”, aku menimpali Hening. Tak ada lagi perbincangan di antara kami sejenak. Kamu terus menenggelamkan jari-jari dalam keyboard laptop usangmu tanpa memendangku, seperti biasanya. Setiap malam, aku dan kamu di sini di ruangan ini. Kamu dengan segelas kopi hangat dan rokok yang sesungguhnya aku benci itu , dan aku selalu duduk di sini memendangimu bertatapan dengan laptop usangmu. Aku tid