Skip to main content

Posts

Kalem, Safinah !!

Udah lama ga posting, sekali posting malah curhat gak jelas.  Pernah ga kalian merasa panik, gimana kalo besok begini, gimana kalo besok begitu? Nah, inilah yang terjadi pada saya mungkin dua bulan terakhir saat saya memulai penelitian untuk tesis saya.  Ceritanya, tesis saya ini adalah riset yang sama saat saya ikut pertukaran pelajar di jepang kemarin. Bedanya, saat disana saya tidak ada beban apapun karena hasilny murni untuk "biar tahu". Tapi untuk yang saat ini entah kenapa sifat tenang saya dan yang biasanya saya punya motto "dijalani aja" ini gak bisa biasa.  Sedikit cerita tentang riset saya, saya mencari isolat fungi yang ada di dalam akar suatu tanaman. Mengidentifikasi akar tersebut secara morfologi dan molekular, lalu melihat apakah fungi tersebut bisa berpengaruh terhadap pertumbuhan pohon. Sudah itu saja, tidak terllau panjang deskripsinya tapi ini beneran bikin saya gak tenang.  Bagaimana jika funginya kontam? bagaimana jika salah tak...

Mau Merubah Orang Lain ? Pastikan Diri Kamu Sudah Berubah

Uneg-uneg tentang fasilitas publik di Indonesia pasti jika kita cari di internet jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan mungkin. Apalagi di media sosial, diman aorang bisa nulis sesuatu tanpa berfikir lama.  Nah, uneg-uneg terkait fasilitas publik ini juga wajar terjadi pada saya.  Ceritanya, beberapa hari lalu saya membuat laporan ke kantor polisi . Di sana, ada banyak antrian yang juga akan mengurus laporan kehilangan seperti halnya saya.  Prosedur untuk membuat  laporan kehilangan adalah menulis di buku rekapan milik pak polisi, lalu pak polisi menulis pada template yang tersedia, di print dan jadi . Tapi, diujung prosesi ini saya mengamati setiap orang menambahkan aktivitas menyalami bapak-bapak polisi dengan uang 10 ribu atau 20 puluh atau bahkan lebih.  Saya bertanya pada mbak-mbak yang juga mengurus surat kehilangan ini . Saya       : "Mbak, memang harus bayar ya bikin surat kehilangan?"  Mbak A : " Gak sih, tapi kan g...

Dimanja dan Memanjakan

Iri itu hal yang lumrah kan?, seperti pepatah yang bilang rumput tetangga selalu tampak lebih hijau.   Dulu, saat belum setua ini   berumur kepala dua puluhan, saya seringkali iri melihat teman saya yang sellau dimanja oleh orangtuanya, diberi fasilitas yang dia inginkan, ditemani kemana-kemana, perfect seperti keluarga bahagia di sinetron-sinetron. Pengalaman iri ini membuat saya bertekad untuk memanjakan anak saya kelak, memberi apa yang dia inginkan, menemani kemanapaun dia pergi. Yup, seringkali terlintas.   Hari ini saya tersadar saat saya melihat seorang anak yang usianya hanya beberapa tahun di bawah saya. Saya melihat anak ini menangis saat mamanya hanya pergi sehari, tak makan saat mamanya tak menyiapkan makanan untuknya, menghentikan berabagai aktivitasnya karena kesehariannya semuanya dilakukan oleh sanga orang tua. Intinya, susah untuk berdikari, begitu mungkin bahasa kerennya.   Lalu, saya bersyukur.. pola asuh orang tua saya yang saya ...

Pengumuman Pemenang Giveaway : Buku Origami dan Kirigami

Selamat bulan September :)  Seperti janji di posting blog giveaway, Pada minggu pertama awal bulan September ini akan saya umumkan siapa yang beruntung mendapatkan hadiah oleh-oleh buku Origami dan Kirigami ini.  Ada total 6 orang yang komen, tapi hanya tiga orang yang menuliskan alamat email lengkap seperti yang disyaratkan. Nah, setelah diundi secara acak....inilah yang beruntung .... (Tabuh genderang) .. Putri Ayusha  Tri Miranti Selamat yaaa... . Nanti saya akan hubungi ke email masing-masing untuk meminta alamat pengiriman bukunya. 

Di Lantai Tiga

Aku melangkahkan kakiku ke pintu otomatis di gedung ini. Gedung hijau ini bernama Wisma Silva yang merupakan milik perusahaan kehutanan dimana aku bekerja sekarang. Hawa sejuk Air conditioner seketika menetralisir panas dari luar gedung 12 lantai ini. Lobi gedung ini mulai ramai oleh orag yang berlalu lalang bersiap menuju meja kerja masing-masing. Aku melangkah malas menuju lantai tiga. Aku memilih untuk naik melalui tangga darurat ketimbang lift yang sudah pasti disesaki banyak orang pagi ini.  Lantai Tiga. Di lantai ini aku menghabiskan sebagian banyak waktuku. Dibandingkan dengan waktuku di tempat lain bahkan di kamar kostku, waktuku banyak tersita di sini. Di atas kertas tertulis jam kerjaku adalah pukul delapan pagi hingga pukul lima sore. Faktanya, aku setiap hari bisa pulang sekitar pukul delapan. Terkadang, jika mendekati akhir bulan aku juga akan menghabiskan waktuku di ruang rapat di lantai tiga ini.  Aku melangkahkan kakiku yang hari ini mengenakan heels...

Tea for Two : Pacar Ganteng? Pikir Lagi !

Hari ini saya merasa sangat tidak produktif. Tidak membaca, tidak menulis, tidak berbuat. Pasif. Penetralisir rasa bersalah inilah mendorong saya menulis tentang buku yang pernah saya baca dan terekam jelas di otak saya. Buku ini bejudul Tea for Two karya Clara Ng, yang banyak dikenal sebagai pengarang fiksi anak.  Tokoh utama cerita ini adalah Sassy, pemilik perusahan kecil yang bergerak di bidang perjodohan. Terdengar fiksi sekali ya, tapi itulah Sassy. Sebagai pemilik usaha di bidang yang terkait dengan percintaan, tentunya Sassy punya pengalaman banyak saat banyak klien mendatangi dia untuk berkonsultasi dalam upaya mendapatkan cinta terbaiknya.  Sassy yang lajang kemudian bertemu dengan Mr. Perfect, pujaan kebanyakan wanita, namanya Alan. Alan adalah pria tampan, mapan, kaya, romantis, dan tak henti memberikan berbagai kejutan yang pastinya membuat wanita manapun di dunia meleleh seperti di lamar di pantai, diberi hadiah tiket ke Paris, ke Disneyland dll....

Lelaki Ular Tangga

Sore ini di dalam kereta. Aku menyaksikan sekumpulan anak bermain bola di tanah lapang , mengejar bola usang dari plastik sambil tertawa lebar tanpa beban. Aku juga melihat hamparan hijau sawah dengan burung-burung kuntul di atasnya, sesekali mereka terbang rendah berpindah dari satu titik ke titik lain. Ada juga seorang ibu dan anak yang duduk di depan rumah sederhana mereka yang melambaikan tangannya kepada kereta yang berlalu.  Indah itu sederhana bukan?. Saat ini bagiku indah itu terbingkai di jendela kereta yang dimana aku duduk sekarang di bangku 14 A Gerbong 3 kereta jurusan Jakarta-Surabaya. Libur kahir pekan yang disusul dengan libur nasional di hari senin ini mmeberiku ruang gerak untuk hobiku,travelling. Siapa sih yang tak hobi travelling untuk melupakan sejenak rutinitas di kantor, atau rutinitas sehari-hari lainnya. Tapi hobiku ini sedikit berbeda karena Aku suka berpergian seoarng diri,. Yap, Solo traveller, begitu istilah populer yang dikenal orang kebanyak...