Akhirnya, pada tanggal 23 Juli 2026, saya menyelesaikan sidang doktoral. Setelah defense, saya pulang ke apato. Saya menangis. Bukan karena euforia akhirnya menyelesaikan studi doktoral ini. Bukan pula karena gelar PhD yang akan saya sandang. Saya menangis karena merasa lega. Urusan yang begitu lama memenuhi hidup saya empat tahun terakhir ini, akhirnya selesai juga. Setelah selesai, ternyata banyak pertanyaan yang ada di benak saya. Apakah benar saya layak ? Apakah ada manfaatnya studi saya ini? Abis ini ngapain? Di hari-hari terakhir di Sapporo, saya bertemu teman-teman. Pertemuan-pertemuan hangat itu mengingatkan saya bahwa Allah sering kali menghadirkan pertolongan melalui orang-orang di sekitar kita. Kehadiran mereka membuat perjalanan ini terasa lebih ringan. Sekelebat momen-momen yang tidak menyenangkan selama menjalani PhD masih sesekali muncul di kepala. Rupanya, kenangan seperti itu tidak mudah hilang. Namun saya percaya, seiring waktu, luka itu akan k...
Per April 2026, saya kembali ke Bogor. Tak seperti yang banyak orang-orang gembar-gemborkan bahwa orang yang berpindah dari Jepang ke Indonesia akan jet lag dengan kondisi di sini, sepertinya tidak berlaku untuk saya dan Gamila. Tak ada rasa tersisih saat naik transportasi umum, tak ada pikiran " I dont belong here ", dan tak ada mata-mata aneh melihat karena saya memakai hijab. Tak ada lagi kata mengganjal karena kesulitan bahasa dan buta huruf. Bukan. Saya bukan mengutuk Jepang. Saya sangat mensyukuri bisa ada kesempatan tinggal disana dengan keteraturan dan kebersihannya. Tapi sebetah-betahnya tinggal di sana, ada hal kecil dalam hati yang tak bisa bohong. Satu hal yang semakin tajam ada di kepala saat berada di sini ya mengutuk pemerintah. Hal yang ada di pikiran adalah ini adalah rumah dan " I belong here " dengan segala warna-warni yang mengikutinya. Tenang. Mungkin itulah kata yang menggambarkan. Per-April 2026 saya juga mulai aktif kembali bekerja. ...