Skip to main content

Posts

Makan Rumput Laut dan Presiden

Beberapa minggu lalu, saya dikirimin oleh-oleh dari Korea oleh sahabat saya yang selalu ngegemesin Jojo yakni  Dried Seaweed alias rumput laut yang sudah dikeringkan.  Ceritanya, karena saya lagi masak sop dan tidak ada kol, akhirnya saya subtitusi itu kol dengan rumput laut. Pas lagi makan itu sop, maspring komen.  "Oh ni toh rumput laut yang asli. Baru pertama kalinya makan. Biasanya cuma tahu rasanya lewat snack-snack kayak Taro" Saya manggut-manggut baru sadar. iya sih, jika dipikir-pikir negara kita ini dimana-mana ada laut tapi kenapa masyarakatny ajarang makan rumput laut yang jika beli di luar negri sana harganya selangit. Atau kita menikmatinya di sushi restoran jepang yang juga harganya cukup menguras kantong yah, mungkin itu cuma satu contoh saja. Belum lagi banyak sumberdaya kita yang harusny amurah tapi jadi mahal karen akita harus membelinya lagi dari luar negri. Ah miris-miris!!  nah, berhubung ini 22 Juli pengumuman presiden baru ...

Kecap Nomer Satu

eitsss.. ini bukan postingan tentang presiden yang banyak kecap. Ini bukan majas konotasi, tapi beneran denotasi (bener kagak tuh), yakni tentang kecap. Beda daerah beda kebiasaan. nah ini nih kebiasaan masyarakat banjar yakni makan apapun pakai kecap. Sayur asem pakai kecap. urap pakai kecap. sop pakai kecap. oseng sayur pake kecap. nasi aja juga gapapa, asal pake kecap. Saking cinta nya sama kecap, di kotak kateringan bukan tisu yang dikasih tapi kecap sachetan yang ada di dalam kardusnya. bayangkann..satu orang satu sachet kecap. di sini produsen kecap senang pastinya. Semua cuman soal selera :)

DI Taxi : Cerita dari Arab dan Minta Cerai

Akhir Juni ini, status saya sebagai perantau di banjarbaru berumur sebulan lebih beberapa hari.  Seperti biasa, ada daerah ada cerita. Termasuk pengalaman saya di angkot yang masyarakat di sini menyebutnya taksi.  Di seantero kota banjarbaru ini, transportasi umum hanyalah satu. Yakni angkot berwarna hijau tua yang cuma punya jalan lurus tanpa belok. Ya cuman satu ini. Saya, yang masih kesulitan naik motor menjadikan angkot ini sahabat setia saya. Namun, beberapa kali saya naik angkot, saya dikejutkan dengan orang yang tiba-tiba cerita panjang lebar tentang dirinya.  mungkin orang di sini memang tipenya terbuka ya, tapi kadang kelewatan seperti dua kejadian yang saya alami ini yakni cerita dari Arab dan Surat Cerai.  Dari Arab.  Saya duduk manis di angkot. Tiba-tiba ada ibu-ibu usia lebih dari paruh baya tiba-tiba bercerita. sebut saja ibunya bernama melati.  Melati : Saya nih batu pulang dari arab. kerja di sana. Sekalian umroh. Nih sa...

Orang Jawa dan Bakso

Pas jaman kuliah, sekitar 4 tahun yang lalu, ada seorang teman yang ibunya kurang sreg jika anaknya mendapatkan jodoh orang jawa. Komentarnya si ibu, orang jawa itu kemana-mana, tapi jualan bakso. Hiiihihihi.. Bukan maksud apa-apa nih terhada orang jawa, atau abang tukang bakso. Tapi setelah si ibu bicara begitu, saya jadi manggut-manggut. Dulu pernah penelitian di Tangkoko, Sulawesi Utara. KAmi carinya abang bakso. Yang jual orang jawa.  lalu sekarang, kurang lebih dua minggu saya tinggal di Banjarbaru, Kalsel. Banyak banget loh orang jualan bakso dan pentol (sebutan untuk bola-bola bakso di sini). dan memang...semuanya orang jawa. lallalallal.. dapat disimpulkan bahwa wilayah jelajah orang jawa ditandai dengan bakso :) ,dan enak loh bakso kalo yang bikin orang jawa. Apalagi bakso malang, pake sambel. usap iler.  Nah dimanapun kalin berada, seterpencil apapun kalian, Nyari tukang bakso kan? yang jualan orang jawa kan ? enak loh baksone... :) 

Bulan mei ini, setahun yang lalu..

Bulan mei setahun yang lalu..  saya menikmati musim semi yang mulai menghangat. Saya ingat, saya ikut terlibat di suatu kegiatan penting gak penting di organisasi penting gak penting di sana.  Saya ingat teman-teman yang saat itu bersama mengurusi kegiatan penting gak penting itu. ya, teman-teman yang membuat saya tersenyum di negeri yang orangnya jarang senyum itu. Mengingat itu, saya tersenyum. Bagaimana bisa lupa.. Masih bulan mei setahun yang lalu,  Saya melakukan perjalanan sendiri ke negara yang dulu saya cuma baca di pelajaran IPS. Ke korea dan juga ke filipina. Dulu, ada pertanyaan, dimana pusat riset padi terbesar di dunia? jawabnya, IRRI di Los Banos. Saya berkunjung ke sana.  Mengingat itu saya tersenyum. Alhamdulillah.. Bulan Mei ini.. saya bersiap pindahan lagi. Barang-barang pindahan hampir 8 bulan kemarin, belum semua saya bongkar. Sekarang pindahan lagi ke kota yang sebelumnya tak pernah terlintas di otak saya. Bekerja di suatu ...

Filosofi Media Tumbuh Jamur

Judulnya berat amaaattt !!! padahal arti filosofi saya juga ga ngerti. Ikut-ikutan aja, kayaknya pas gitu aja. Tulisan filosofi ini adalah renungan saya tadi pagi di depan laminar saat melihat hasil percobaan yang gagal maning gagal maning. Dua minggu terkahir ini, saya lagi ngebut kerja di lab untuk uji in vitro jamur. Ada yang berbeda dari perlakuan dan kebiasaan yang saya lakukan sebelumnya, kali ini saya gant media spesifik yang kaya nutrisi. Komplit deh, semua yang dibutuhkan si jamur hidup itu ada semua. intinya, gak perlu usaha, semua udah ada. Tapi, bekerja dengan yang satu ini bikin pusing. Saking kayanya kandungan nutrisi tuh media, jadinya banyak yang nyamperin dan gangguin, entah tu jamur lain atau bakteri yang ada muncul entah darimana. Beda banget sama media yang saya gunakan sebelumnya. Banyak yang bilang media yang saya gunakan seblumnya adalah media miskin alias minimalis. Bisa hidup sih, tapi gak bisa jumawa alias hidupnya pas-pasan. Pas lagi sedih karena harus ...

Cerita Tengah Malam

Hari Selasa kemarin, saya mengantar Pakpring yang akan kembali bekerja di Ketapang. Ingat, Ketapang itu bukan hanya di Banyuwangi, tapi juga di Kalimantan Barat. Kebetulan untuk penerbangan direct Jakarta-Ketapang hanya ada satu maskapai yang menyediakannya yakni Aviastar dan penerbangannya hanya ada sekali sehari di pagi hari. Ada dua alternatif yang bisa dilakukan untuk penerbangan pagi, yakni berangkat tengah malam sekitar jam dua pagi ke bandara atau berangkat malam hari sebelumnya dan tinggal di bandara. Karena pertimbangan transportasi yang terbatas dari daerah Cibitung, maka kami memilih berangkat malam hari dengan pertimbangan bisa nongkrong-nongkrong di warung kopi sekitar Bandara yang relatif nyaman. Setelah pamit ke keluarga, kami ke pool damri bekasi yang terletak tak jauh dari Metropolitan Mall, Bekasi. Apesnya, damri terakhir sudah berangkat. Balik lagi ke rumah terlalu jauh dan malah bikin capek. Akhirnya kami putuskan untuk menunggu di pool damri tersebut. ...