Per April 2026, saya kembali ke Bogor.
Tak seperti yang banyak orang-orang gembar-gemborkan bahwa orang yang berpindah dari Jepang ke Indonesia akan jet lag dengan kondisi di sini, sepertinya tidak berlaku untuk saya dan Gamila.
Tak ada rasa tersisih saat naik transportasi umum, tak ada pikiran " I dont belong here", dan tak ada mata-mata aneh melihat karena saya memakai hijab. Tak ada lagi kata mengganjal karena kesulitan bahasa dan buta huruf. Bukan. Saya bukan mengutuk Jepang. Saya sangat mensyukuri bisa ada kesempatan tinggal disana dengan keteraturan dan kebersihannya. Tapi sebetah-betahnya tinggal di sana, ada hal kecil dalam hati yang tak bisa bohong.
Satu hal yang semakin tajam ada di kepala saat berada di sini ya mengutuk pemerintah.
Hal yang ada di pikiran adalah ini adalah rumah dan "I belong here" dengan segala warna-warni yang mengikutinya. Tenang. Mungkin itulah kata yang menggambarkan.
Per-April 2026 saya juga mulai aktif kembali bekerja. Ada yang berbeda karena saya dipindahkan ke pusat riset dan kelompok riset yang baru. Ada hal-hal yang berubah, style bekerja dan harus bertemu orang-orang baru. Tapi tak masalah. Toh semua hal memang dinamis.
Saya juga mencari sekolah baru untuk Gamila. Cari sekolah cukup pelik karena inginnya dekat, sesuai value kami, murah, gurunya baik, dan lain-lain. Tapi hal yang sesempurna itu tak akan ada kan di dunia ini. Selama pencarian sekolah, saya mencoba survey sekolah yang lumayan mahal di Bogor. Namun, setelah kunjungan ke sana terkaget-kaget karena ternyata harga mahal tidak sesuai kualitas. Akhirnya dari beberapa pertimbangan akhirnya kami ketemu sekolah yang cocok, meskipun jarak dari sekolah ke rumah lumayan jauh.
Dua bulan berlalu sejak pindah ke Bogor. Satu kata yang bisa menggambarkan semuanya, Alhmdulillah. Terima kasih Allah atas segala kebaikan-kebaikan Mu.
Comments
Post a Comment