Skip to main content

Dua Puluh

Saya ingat betul, malam itu saya pulang sedikit larut dari kampus. Malam itu, bulan Februari, suhu dingin sangat menusuk. Jalanan penuh salju dan sebagian sangat licin. Saya berjalan perlahan menghindari jalan yang licin itu.

Lalu di belakang saya ada segerombolan perempuan, mungkin usianya masih belasan. Mereka berjalan bersama, sangat bahagia dan tertawa lepas. Mereka tidak mengutuk jalan salju yang licin itu seperti yang saya lakukan. Alih-alih mengutuk, mereka berselunjur bersama di jalanan licin ini. 

Melihat mereka, tak terasa air mata saya menetes sambil mengingat, kapan terkahir saya merasa sebahagia itu, hidup seperti tanpa beban. Kilas memori umur dua puluhan langsung berdatangan satu persatu. Berjalan di tengah hutan bersama teman-teman. Menikmati nasi bersama yang dihampar di atas daun, atau duduk bersama menatap bintang saat kami sedang di lapangan. 

Pernah. Saya pernah sebahagia itu. Masa muda yang energik, fearless, dinamis. 

Saya pun tersenyum. Tidak menyesali apa yang ada sekarang. Mensyukuri saya punya pengalaman masa umur dua puluhan yang sangat menyenangkan dan tidak terlupakan. Sekarang pun bahagia, tapi prioritasnya berbeda. 

Saya masih menatap segerombilan anak muda itu, dengan tersenyum. Lalu berpikir, sepertinya menyeduh tolak angin di secangkir air hangat rasanya enak di udara Sapporo yang dingin. 

Comments

Popular posts from this blog

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok.  *** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh...

Informasi Biaya Persalinan di Banjarbaru

"Setiap anak ada rejekinya masing-masing" Begitu kata banyak orang. Meskipun demikian, perencanaan juga perlu, termasuk perencanaan keuangan pas mau melahirkan. Perubahan fisik ibu hamil juga pasti menuntut biaya yang tidak sedikit. Bra udah mulai ganti model ke model menyusui, baju-baju tanpa kancing bukaan depan sudah mulai disimpan. Itu baru untuk ibu. Jangan lupa juga siap-siap untuk calon dedek bayi yakni peralatan sehari-hari juga bajunya.  Sudah banyak banget yang bahas daftar perlengkapan apa saja untuk menyambut kelahiran dedek bayi. Namun, gak banyak yang kasih info biaya persalinan di banjarbaru kan.  Nah, buat ibu-ibu yang lagi itung-itung biaya persalinan di sekitaran banjarbaru..nyoh tak kasih infonya :)  Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda, Martapura  Persalinan Caesar                         : 18-23 juta Persalinan Normal              ...

I Do Miss You

Today I visited CIFOR forest, and this visit made me realized that I miss a lot of thing...  I do miss the dew I do miss the mist I do miss the smell of forest soil I do miss the sounds inside the forest I do miss the green I do miss primate's morning call I do miss bird's tweet I do miss being peacefull in the middle of forest I do miss the tent inside the silent forest I do miss a cup of coffe and sitting in the middle of the forest I do miss the friendship in the forest I do miss Tropical Rain Forest Stay green dear...keep the peacefull for all of the world