Skip to main content

Lima Puluh Persen: Menikmati Prosesnya

Lima puluh persen. Bulan ini menandai tengah periode perjalanan PhD saya di sini. Banyak yang terjadi, secara jiwa dan raga. Saya yang (bisa dibilang) suka sama riset, merasa passion saya di dunia penelitian ternyata berasa meleyot di perjalanan PhD ini. 

Bisa dibilang, bukan riset yang bikin stress, tapi faktor-faktor lainnya. Impostor syndrome, masalah dengan supervisor, kesepian, burn out, relationship, dan lainnya. Ada kalanya saya menyesali proses yang saya jalani sekarang. Titik ini menghadirkan kesedihan yang saya tidak bayangkan sebelumnya. 

Di titik ini, 
saya mencoba mengurai satu persatu benang kusut. Saya pergi ke psikolog, bicara dengan teman, dan juga mencari saran dari beberapa teman. Pada akhirnya saya mendapat kesimpulan: inilah jalannya. Pelan-pelan bisa berjalan. Pasti ada makna yang tersirat, ada hikmah yang Allah kasih kepada saya melalui jalan ini. 

Bisa jadi patah hati ini adalah cara Allah mengingatkan saya bahwa Dia masih ada. Ini caranya agar saya selalu mengingat Allah. 

Ini jalannya. 
Pelan-pelan pasti berjalan. 
Pelan-pelan pasti terlewati. 
Kita nikmati prosesnya. Naik turunnya. 

"Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan"



Comments

Popular posts from this blog

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok.  *** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh...

Informasi Biaya Persalinan di Banjarbaru

"Setiap anak ada rejekinya masing-masing" Begitu kata banyak orang. Meskipun demikian, perencanaan juga perlu, termasuk perencanaan keuangan pas mau melahirkan. Perubahan fisik ibu hamil juga pasti menuntut biaya yang tidak sedikit. Bra udah mulai ganti model ke model menyusui, baju-baju tanpa kancing bukaan depan sudah mulai disimpan. Itu baru untuk ibu. Jangan lupa juga siap-siap untuk calon dedek bayi yakni peralatan sehari-hari juga bajunya.  Sudah banyak banget yang bahas daftar perlengkapan apa saja untuk menyambut kelahiran dedek bayi. Namun, gak banyak yang kasih info biaya persalinan di banjarbaru kan.  Nah, buat ibu-ibu yang lagi itung-itung biaya persalinan di sekitaran banjarbaru..nyoh tak kasih infonya :)  Rumah Sakit Ibu dan Anak Mutiara Bunda, Martapura  Persalinan Caesar                         : 18-23 juta Persalinan Normal              ...

I Do Miss You

Today I visited CIFOR forest, and this visit made me realized that I miss a lot of thing...  I do miss the dew I do miss the mist I do miss the smell of forest soil I do miss the sounds inside the forest I do miss the green I do miss primate's morning call I do miss bird's tweet I do miss being peacefull in the middle of forest I do miss the tent inside the silent forest I do miss a cup of coffe and sitting in the middle of the forest I do miss the friendship in the forest I do miss Tropical Rain Forest Stay green dear...keep the peacefull for all of the world