Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

Lima Hal di 2022

Hari ini, hari terakhir di 2022. Ada perbedaan signifikan di akhir tahun ini dengan akhir tahun sebelum-sebelumnya. Akhir tahun ini terasa bedanya karena ada long winter break , yang  hanya terjadi di negara-negara subtropis.  Di sini, ada libur sekitar seminggu bahakan lebih untuk merayakan akhir tahun. Ada yang mudik berkumpul dengan keluarga, jalan-jalan dan sederet kegiatan lainnya (red: ga tau apalagi aktivitasnya). Saya, di akhir tahun ini memilih banyak di rumah aja, sedikit belajar bahasa jepang, sedikit memasak, banyak rebahan sambil nonton netflix. Lalu, kepikiran nulis aja di blog biar gak lupa. Ada banyak hal di 2022 ini. ada yang sedih dan ada yang happy. Karena ini dibaca banyak orang, kita tulis yang happy-happy aja. Here we go.. Nyebrang feri dari lombok ke sumbawa  1. Berkunjung ke Nusa Tenggara Barat  Akhirnya punya kesempatan jalan-jalan ke NTB. Masya Allah, indah banget alam, landscape, dan pantainya. Di sini saat saya ngobrol dengan seorang rekan dia bilang "S

1/1095

September tahun 2012 dan September 2022.   Musim gugur, bulan, dan tahun, tersebut saya menginjakkan kaki di negeri matahari terbit, Jepang. Sepuluh tahun lalu saya mengikuti pertukaran pelajar di Tsukuba University dan sekarang mengawali program PhD di Hokkaido University.  Alhamdulillah, Allah kasih jalan untuk saya PhD.  Tapi rasanya sungguh terasa berbeda dengan 10 tahun lalu. Saya masih ingat betul betapa semangatnya dulu saya melangkah saat di bandara. Ternyata, kondisi sangat berbeda tahun ini. Perasaan campur aduk karena harus meninggalkan anak sementara. Banyak ketakutan-ketakutan yang ada di kepala. Hati meyakinkan diri, bahwa akan banyak hal positif yang akan di dapat.  Kita ga dapat apa-apa kalo ga kemana-mana dan bertumbuh itu mungkin sedikit ga nyaman, tapi yakin pasti ada manfaatnya buat kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita.  Bismillah. 

The Lesser the Better

 (Kretekin jari-jari)  Sudah lama banget ga nulis blog. Rasanya, kemampuan story telling semakin drop. Tapi mari kita coba lagi.  Tahun ini saya akan pindahan lagi. Pindahan kali ini menjadi pindahan ke 6 dalam 12 tahun terakhir. Hidup sangat dinamis tapi ya jujur aja ada capeknya. Tapi seiring pertambahan waktu (disingkat: makin tua), banyak hal-hal yang bisa dimaknai dari hidup yang pindah-pindah. Salah satunya:  The lesser the better.  Dulu saya punya hobi koleksi buku-buku. Buku ini yang boleh dibilang beban dalam pindahan, juga yang paling mahal. Saat saya pindah ke pontianak dan balik lagi, biaya terbesar yang saya keluarkan untuk pindahan adalah untuk buku-buku ini. Nyatanya, sekarang buku-buku ini tercecer dimana-mana karena banyak tempat transit saat pindah dari satu kota ke kota yang lain. Seiring perkembangan digital, saya mulai belajar untuk membeli buku digital, membeli buku bekas dan menjual lagi buku yang sudah saya baca. Boleh dibilang saya mengurangi kelekatan saya ter

Dapet Arisan (Juga)

Bulan Februari ini, saya sekeluarga dapat arisan. Bukan arisan duit, tapi arisan Covid. Setelah tegak berdiri menghadapi gelombang pertama dan kedua, ternyata keluarga kami gak bisa lolos gelombang ketiga covid.  Saya meyakini ini covid adalah oleh-oleh dari Igo yang abis dinas luar di Sumbawa. Pulang dari dinas, dia ngeluh pegel-pegel, lalu pusing, demam dan rebahan terus sekitar dua hari di kasur. Nah setelah gejala igo berangsur sembuh, gantian Gamila yang demam. Gamila demam lumayan tinggi selama tiga hari. Gamila sembuh, gantian Mama mertua. Mama sembuh, gantian saya yang sakit. Sebenarnya pas Igo terkonfirmasi positif, saya juga test dan negatif. Sampai saya sembuh, saya test lagi dan negatif. Fyi, gejala saya paling ringan serumah yakni cuma meriang-meriang dikit dan sedikit pusing. Mungkin nih mungkin karena saya sudah vaksin booster plus vaksin influenza.  Sebenernya, si covid gelombang ketiga ini gejalanya (di keluarga saya) bisa dikatakan sangat mirip dengan flu berjamaah. S