Skip to main content

Posts

Ngadem di Tahura Sultan Adam, Banjarbaru

Jalan-jalan kemana di Banjarbaru?

Dari awal hijrah saya ke kota ini, bingung juga ditanya seperti ini. Akhirnya ke mall lagi ke mall lagi. Tapi sebenarnya, ada perkembangan pesat wisata di Banjarbaru sejak wali kotanya baru. Ada danau seran, danau cermin, lapangan murjani yang makin berbenah, dan beberapa kampung wisata. Yah, meskipun gak boleh berekspektasi terlalu tinggi, tapi menurut saya ini kemajuan besar sekali. 
Satu lagi yang terus berbenah adalah Tahura Sultan Adam. Taman Hutan Raya ini memang bukan terletak di Banjarbaru sih, tapi di Kabupaten Banjar. Namun, dari banjarbaru lokasi ini dapat ditempuh menggunakan kendaraan pribadi bisa  dengan waktu sekitar 30 menit. 
Karena bekerja di lingkup kehutanan, beberapa kali saya datang ke lokasi ini. Ada penanaman, upacara ini dan itu, bahkan juga senam bersama di sini. Tapi, perkembangan fasilitas tahura ini dibandingkan dengan tiga tahun lalu cukup pesat. Papan interpretasi sudah mulai banyak dipasang sehingga pengunjung mudah men…
Recent posts

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok. 
*** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh ketemuny…

Cerita-cerita Dokter Gigi

Takut ke dokter gigi pasti berlaku bagi orang yang gak pernah sama sekali ke dokter gigi. Faktanya, sekali ke dokter gigi pasti minta dok sebelahnya benerin. Sebelahnya lagi dan seterusnya dan berhenti karena kantongnya kempes. 
Saya pertama ke dokter gigi dengan keinginan sendiri kira-kira kelas 2 SMA. Kalo ga salah ingat, dulu ada lubang item kecil di geraham ujung kiri. Akhirnya dengan uang tabungan sendiri, ke rumah sakit daerah tempat saya tinggal dan minta ditambal. Saya inget banget, dulu ke dokter gigi ini bukan karena sakit, tapi karena mikir sebelum jadi tambah gede dan gede. 
Setelah tambal pertama saat SMA, seinget saya.. gigi saya baik-baik saja sampai lulus kuliah. Saat fresh gradute, saya tinggal di Pontianak dan di sana tambalan saya copot dan sebagian gigi lubang. Katanya sih karena di sana kan apa-apa pakai air hujan yang sifatnya mengikis gigi. Terlebih lagi kadang main ke daerah gambut yang akhirnya asem. Tapi di Pontianak saya absen ke dokter gigi. Saya tahan-tah…

Optimis vs Realistis

Setiap orang yang hidup pasti punya mimpi. Bisa ke sini ke situ, begini dan begitu. Begitupun saya. Setiap awal tahun, sejak awal SMA saya sudah terbiasa menulis resolusi apa saja yang ingin saya capai pada tahun tersebut. Ada beberapa resolusi yang saya masih ingat. Beberapa diantaranya adalah mendapatkan nilai rata-rata ujian akhir 8, punya tabungan minimal sekian, juga punya mimpi kuliah di ITB jurusan astronomi. 
Bicara tentang kuliah astronomi ini, saya rasanya bercita-cita dari Sekolah Dasar. Setiap shalat, saya ingat saya berdoa " Ya Allah, saya pengen kuliah di ITB jurusan astronomi". Keinginan ini muncul karena sering liat science fiction, trus liat di Indonesia cuma ITB yang ada jursan ini. Namun, seiring berjalannya waktu.. terutama liat realita saat SMA, kayaknya ITB Astronomi udah ga menarik lagi. Lalu, cita-cita kuliah saya berubah menjadi standar aja. Lulus Perguruan Tinggi Negri (PTN). Udah. 
Saya daftar deh IPB, karena ada program undangan aka PMDK. Lalu ik…

Kicau di Awal Tiga Puluh

Alhamdulillah, tanggal 26 Juli 2017 saya resmi memasuki usia 30. Gak nyangka, udah 30 juga.  Sebenernya saya punya pikiran aneh, melihat kejadian orang yang mati muda, inget almarhum Ibu yang (juga) meninggal saat muda, pemikiran bisa gak ya hidup sampai umur 30 sering banget muncul dulu (Apa cuma saya aja yang mikir gini?). Tapi alhamdulillah, masih diberi kesempatan oleh Allah untuk masih bisa bernafas hingga umur 30 ini. 
Memasuki usia 30 ini ada banyak perubahan besar yang dirasa sangat berbeda dibandingkan dengan usia 20. Mungkin bisa dibilang, real life begin at 30. Pas umur-umur 20, rasanya hidup cuma ngikutin arus. Setelah SMA, kita lanjut kuliah dan sebagian memilih kerja. Ya begitu siklus yang dimiliki orang pada umumnya. Lalu cari kerja dengan status sebagai fresh-grad, jalan-jalan. 
Namun, di usia 30 ini tak ada siklus yang sama di setiap orang. Setiap orang nampak mulai berjalan di tapaknya masing-masing. Ada yang berumah tangga, dikarunia anak yang lucu-lucu. Ada yang m…

Ndeso !!!

Hari ini lagi banyak berita tentang anak Pak Jokowi yang dipolisikan gara-gara bilang "Ndeso" di Vlognya. Saya? ga mau ah bahas itu.. Mau bahas perjalanan saya kemarin ke desa paklik suami yang bikin saya terkenang selalu.
Jadi, Pringgo punya pak lik dari bapak yang tinggal di Purworejo. Sebelum Ramadhan, kami mau jalan-jalan ke jogja. Nah, sebelum ke jogja mampir ke sini deh.
Kenapa saya terkesan banget. Karena tempatnya ini ndesoooo banget. Rumahnya masih rumah limasan, dapur biarpun ada kompor gas, tapi tetep kayu bakar yang dipakai. Trus, samping rumah ada sapi, bebek, ayam. Kelapa manjat sendiri depan rumah. Air kudu nimba (eh ada pompa listrik juga sih). Di rumah pak lik, banyak sayur dan komoditi palawija yang dipanen dari kebun sendiri. Kampungnya adeeem banget, biarpun terletak ga jauh dari pantai.
Dibalik serunya ini desa, ada cerita kurang bagus. Penduduk desa yang usianya produktif di sini ternyata pada jadi TKI. Alhasil, kampong ini penuh dengan lansia yang …

Nyoba Yoga Swing di Banjarbaru

Udah senin lagi :) . Sambi manasin otak sebelum ngerjain tugas-tugas kantor, baiknya ngepost artikel dulu. Di blogpost kali ini saya ingin share pengalaman saya nyoba yoga swing untuk pertama kalinya. 
Perkenalan saya dengan yoga swing ini diawali dengan ketidaksengajaan pas lewat studionya. Daripada penasaran, akhirnya nanya-nanya deh. Setelah dapat info, akhirnya yobain ikut kelas yoga swing perdana saya. Kelas yoga swing dibuka di Aswa studio Banjarbaru tiap hari Sabtu jam 11 siang. Biayanya 70.000/visit. Liat di IG Aswa studio, saya jadi jiper solanya liat pose-pose anti gravitynya, sambil mikir bisa gak yaaa. Apalagi saya jarang banget olahraga. Tapi, daripada penasaran, akhirnya saya ikutan deh.


Dengan tekad yang bulat, akhirnya sabtu siang saya daftar untk ikut yoga swing. Di resepsionis, saya tanya apa banyak pemula seperti saya, dan untungnya pas kelas ada satu orang yang newbie kayak saya. Tapi tapi, setelah ngobrol dikit si mbak-mbak yang newbie ini addict sama olahraga k…