Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

I've Got Your Number

Yohooooo.. Postingan ini adalah postingan pertama saya di tab baru dengan judul "rak buku". Di rak buku ini, saya akan share buku-buky yang saya sukai dan saya baca. Buat yang hobi baca buku, semoga bermanfaat dan jadi referensi untuk yang pengen beli buku atau pinjam buku saya ini . Boleh kok, asal kembali dengan selamat :).  Ceritanya, saya lagi suntuk dengan cerita-cerita berat, menggunakan bahasa yang bertele-tele dan mikir. Hidup aja udah susah, kenapa dibikin lebih susah dengan membaca cerita-cerita mikir. #Opppsss !!!. Akhirnya, lagi iseng ke toko buku, jatuhlah pilihan saya ke buku ini. "I've got your number", by Sophie Kinsella.  Sophie Kinsella ini di dunia novel metropop lumayan beken. Ingat buku yang laris difilmkan "Confession of Shopalholic?". Yup, dia penulisnya. Lumayan ringan dan menghiburkan genre tulisannya.  Novel ini bercerita tentang seorang gadis yang bernama Poppy Wyatt. Setting cerita novel setebal 447 Halaman

Mereka Cuma Iri

Pict : Safinah Hai, namaku Ani. A-N-I. Persis seperti di buku teks bahasa Indonesia untuk sekolah dasar. Nama yang sangat biasa, tapi orang tuaku telah membuat aku menjadi luar biasa. Aku banga akan nama ini. Nama yang tak lekang oleh waktu, kata Ibuku.  Aku penari. Ya, penari. Penari adalah profesi yang membuat orang memincingkan mata. Apa yang bisa kamu andalkan dar menari, begitu orang bilang. Kamu sama saja menjual badan kamu, lanjut mereka. Ya, hidup memang penuh dengan kata mereka. Mereka bilang ini dan mereka bilang itu.  Lalu? Jangan dipikirkan. Itu kata Ibuku. Mereka cuma iri. Orang lain hanya bisa berkomentar tanpa bisa memberi saran yang membangun. Jika ada orang yang berkomentar, biarkan saja. Itu ibuku bilang.  Akibat mengacuhkan kata mereka aku bisa disini. Di depan stage ini, untuk konser tari balet perdanaku. Oh ya, bukan konser perdanaku, tapi kami. Aku dan Ana, saudara kembarku.                                                                 

Ramadhan, Alhamdulillah...

Alhamdulillah, Ramadhan..   Boleh dibilang tahun ini adalah waktu dimana level iman saya terjun bebas ke level rendah. Hiks, padahal berjuta-juta rahmat dan berkah. Bismillah, ramadhan ini bisa jadi waktu untuk memperbaiki diri. Amiin..   Bicara ramadhan, banyak sekali kenangan yang terkenang-kenang dan bikin senyum-senyum. Memang sih, gak ada cerita di hidup saya, sahur di bangunin ibu, makan makanan enak bareng-bareng terus kayak di tipi2. Tapi, well, every people have their own story kan :). And I am happy with that. Oh ya,  karena hidup saya pindah-pindah terus, jad ceritanya berdasar kota .   Surabaya   Saya cukup lama tinggal di Surabaya salah satunya pas SMP. Ramadhan pas saat saya SMP. Jarak dari rumah budhe saya dan sekolah saya, kurang lebih 1 km. Sebenernya ada angkot yang bisa dinaikin, tapi apa daya uang saku terbatas. Walhasil, tiap hari saya kudu jalan dari rumah ke sekolah. Sekolah selesai pukul 12.15, pas matahri setinggi-tingginya. Pada hari itu rasa

Early July Random Thoughts

Salah satu " quick gateway " dari bosennya di lab tanpa ada yang ngajak ngobrol seharian itu ya nulis blog. Biar kelihatan sibuk juga sok2-an ngetik, abisnya baca jurnal satu paragraph udah ngantuk.  Jadi, maklum saja kalo blognya mmg banyak tulisan curhat saya yang penttting bgt buat gak dibaca :P .   Oh ya, belum ngucapin selamat bulan Juli yang tentunya bakalan berkesan karena :   1. Tambah tua setahun. If Allah willing, bulan ini status umurnya berubah jadi 26 :). Akkkk.. capek   ditanyain kapan nikah . Hahhaahha.. Apalagi pas mudik besok.   2. Marhaban Ya Ramadhan. Jika tidak ada yang berubah, mungkin besok (9 Juli 2013) akan dimulai puasa ramadhan pertama. Alhamdulillah gusti diberi kesempatan menjumpai bulan Ramadan yang insya Allah tahun ini pasti akan sangat dikenang. Pasalnya ini adalah ramadhan pertama saya di luar Indonesia a.ka Jepang .   Spesialnya kali ini Ramadhannya bertepatan dengan musim panas, yang panansnya cetar membahana. Hari ini saja

Menciptakan Keindahan Sendiri

Keindahan itu diciptakan sendiri. Layakanya seni yang tak punya pakem berarti. Satu karya seni bias dinikmati satu orang , tetapi belum tentu yang lain akan berpikir sama.   Tapi akhir-akhir ini saya gagal meciptakan keindahan saya sendiri. Saat merenung tak lagi mengasyikkan, bersepeda tak lagi indah, mendengarkan music tak lagi dapat bersenandung, atau memasak tak lagi menggairahkan. Lalu darimana keindahan itu?   Saya gagal menciptakan keindahan untuk saya sendiri. Jika seperti itu, lantas bagaimana saya bias menciptakan keindahan untuk orang lain.   (Renungan siang bolong )