Skip to main content

Passport

*Bersihin langit-langit* *sapu-sapu* * Udah lama banget gak nulis blog*  

Pernah baca tulisan Rhenald Kasali tentang Passport,ya kurang lebih seperti itulah ceritanya. Tulisan beliau pernah saya baca di blog mbak ayu. Monggo baca di sini 

Siang kemarin, setelah keluar dari gedung kedutaan besar Jepang saya senyum-senyum sendiri sambil melihat passport saya. Kalau mau bilang saya norak boleh saja, memang faktanya seperti itu. Rasanya lega kayak abis pup lihat passport saya yang sebelumnya kosong melompong tanpa harapan berbulan-bulan lamanya akhirnya ditempeli stiker VISA. 

Akhirnya...boleh gak saya senang, apalagi saya dulu membuat passport tanpa arah. belum jelas akan kemana. Begini ceritanya, keinginan saya untuk membuat passport ini sudah dimulai sejak tahun 2009. tapi ya biasa,,malas yang berkepanjangan membuat saya gagal meweujudkan keinginan membuat passport. Lalu pada tahun 2010, saat saya masih berdomisili di Pontianak saya sudah mengisi formulir untuk membuat passport, tapi gagal jadi karena lagi-lagi saya malas ke kantornya. 

Lalu, setelah pindah dari Pontianak ke Bogor saya lagi-lagi berkeinginan membuat passport. Iseng-iseng cari informasi di Internet, ternyata passport bisa dibuat dengan mudahnya via online. Akhirnya setelah honor nulis keluar saya mengkukuhkan diri untuk membuat passport. 

Setelah mengisi aplikasi online, saya menentukan sendiri jadwal foto dan wawancara. Ada hal yang saya ingat saat wawancara tersebut. Salah satunya adalah petugas Imigrasi yang cakep banget dan interview yang lucu antara si petugas imigrasi (P ) dan saya (S). 

P : Jadi, bikin passportnya untuk kemana dek?
S : Nggak tahu pak, saya mau bikin aja. Biar punya
P : Nggak bisa gitu, harus ada
S : Hmmm, saya gak ada bayangan pak
P : Ya udah, ditulis asal-asalan aja mau kemana
S : Baiklah, ke Jerman aja pak. Tulis saja saya mau sekolah :)

Yup, percakapan ini konyol menurut saya. Alasan untuk bikin passport saya pada saat itu adalah "bikin aja". Saya sejak kecil ingin sekali jalan-jalan ke luar Indonesia, tapi dengan gratisan tentu saja. Duit darimana klo pake uang sendiri. Dengan membuat passport, saya berharap saya bisa lebih cepat beberapa waktu dibanding teman yang belum punya passport kalau ada acara-acara gratisan. Itu saja. 

Percaya atau tidak. punya passport bikin lebih bersemangat apply-apply beasiswa atau conference2 (biar berkali-kali gagal ), sama sepertinya dengan yang dikatakan Pak Rhenald Kasali. Dan alhamdulillah,  akhirnya iseng-iseng ini membawa peruntungan juga, bulan ini akhirnya passport saya akan berguna. 

Jadi, tak ada salahnya kan untuk iseng-iseng bikin passport. Via online aja gampang :) 

Comments

  1. Selamat ya Safinah buat cap Jepang di paspornya, Kapan berangkat?

    ReplyDelete
  2. selamat safi.. :)
    jadi pengen bikin juga.. :p

    ReplyDelete
  3. passport ane gagal dapet cap malayyy..

    ReplyDelete
  4. Congratz dear... Good luck with your new endeavour... Wish you all the best!!
    Agree tentang passport... Skarang, gw juga suka mendorong2 orang buat bikin passport. Karena kadang ketika belum punya, kita tidak punya bayangan mengenai kesempatan2 luas di depan sana. Tp kalau udah punya, keinginan mencoba itu akan datang dengan sendirinya... Smangadh!!! ^_^ *hughugkiss*

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kutu Babi : Litlle Monster di Hutan

Bagi yang suka beraktivitas masuk keluar hutan Kutu Babi pasti bukan merupakan hal yang asing lagi. Kutu babi merupakan jenis serangga yang ukurannya kecil. Untuk dapat melihatnya perlu kaca pembesar. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan leluasa bergerilaya di tubuh mangsa (baca : manusia). Tak ayal lagi, kelihaian menyusup ini menyebabkan serangan kutu babi tak terhindarkan. Kutu Babi senang sekali menyerang daerah yang tersembunyi, terutama daerah lipitan baju, lipatan kulit, dan daerah yang lembab. Kutu babi biasanya ditemui di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh serangga kecil ini luar biasa. Lagi-lagi ukurannya yang mini membuat makhluk ini bisa masuk ke dalam pori-pori. Satu lagi yang masih membuat saya penasaran adalah daya tahan kutu ini terhadap berbagai jenis obat penghilang gatal. Secara ilmiah artikel yang membahas tentang kutu babi ini belum saya temukan. Tetapi ada gambar yang memberikan gambaran betapa kecilnya kutu babi.

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok. 
*** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh ketemuny…

Cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin

Di blogpost kali ini, saya ingin cerita pengalaman saya cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin. Sharing tentang kegiatan TTC saya memang saya hindari selama ini. Tapi melihat informasi di internet yang minim tentang hal-hal berkaitan dengan usaha-usaha TTC di wilayah Kalimantan Selatan, saya jadi berubah pikiran. Saya akhirnya berfikir, siapa tahu artikel yang saya tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang yang juga sedang berusaha untuk berusaha punya anak kayak saya. Biar saling menyemangati.
Setelah hampir tiga tahun tak kunjung hamil, sudah cek ke dokter spesialis kesuburan dan dibilang normal, saya inisiatif sendiri untuk melakuakn cek HSG. Oh ya, cek HSG ini fungsinya untuk melihat apa ada penyumbatan di saluran indung telur.

Di wilayah Banjarmasin,ada tiga rumah sakit yang melayani HSG. Pertama, RSUD ulin yang merupakan rumah sakit pemerintah. Kedua adalah RS sari mulia, Dan yang ketiga lupa hehheeh. Awalnya sih mikir mau ke RS Sari Mulia karena pasti pelayanannya baik, tapi setelah…