Skip to main content

Buat Akun di Academia.edu

Safinah kerjanya apa? 
Ngapain aja kerjanya?

sering banget dapet pertanyaan kayak gitu. Untuk pertanyaan pertama jawabannya relatif gampang, peneliti. Untuk pertanyaan kedua, saya biasanya butuh jeda untuk menjelaskan. 

" yaa neliti.......(mikir)...ya kayak lagi tesis aja" 

sebenarnya saya sendiri mikir, apa yang saya lakukan saat kerja, karena kadang job desk ini absurd banget. Satu-satunya parameter keberhasilan kerjaan saya yang utama adalah dilihat dari publikasinya. Nah, dari situ saya tercetus untuk buat akun yang bisa mempublikasian hasil kerja saya. memang sih saya masih peneliti ecek-ecek, cuma nasi kering di pinggir magic jar, cuma sisa-sisa bumbu di mi instan yang gak penting banget, tapi ya buat memotivasi diri sendiri saya bikin akun di media sosial yang bisa nunjukin kerja saya. 

Ada banyak media yang memang dipakai peneliti buat eksis, namun yang paling umum adalah Research Gate, Academia dan Google scholar. Awalnya kepikiran bikin google scholar, tapi kok ya gak pede. Lalu opsi yang tersisa adalah Research Gate dan Academia. Dua-duanya punya plus dan minus masing-masing. Kalo yang saya tahu, peneliti peneliti tersohor lebih banyak yang pakai Research Gate, karena sifatnya lebih privasi dan jaringannya lebih luas. Tapi pas saya coba agak-gak ribet. Alhasil, saya milih yang gampang, tinggal bikin akun, isi-isi biodata dikit uplod tulisan kita, udah deh jadi akunnya. 

Buat saya, ini akun jadi repositori pribadi aja soh buat ngumpulin tulisan sendiri. Namun, setelah saya bikin, biarpun sedikit ternyata ada yang intip-intip dikit tulisan saya, jadinya saya seneng aja kalo hasil kerja saya ada yang baca dan bisa bermanfaat bagi orang lain. Oh ya, setiap kali saya buka akun saya, saya pasti mikir .. loh cuma segini aja, dikit amat tulisannya. Trus jadi semangat (biarpun setelah itu semangatnya ilang). Setiap minggunya, academia. edu ini ngirim rangkuman statistik, berapa yang lihat akun kita, tulisan mana yang paling banyak dibaca atau diunduh. 

Sebenanya, saya kepikiran juga migrasi ke research gate, tapi nanti kali ya pas publikasinya udah banyak. 

Mmm, siapa tau ada yang mau intip akun saya mampir ke sini ya

Comments

Popular posts from this blog

Kutu Babi : Litlle Monster di Hutan

Bagi yang suka beraktivitas masuk keluar hutan Kutu Babi pasti bukan merupakan hal yang asing lagi. Kutu babi merupakan jenis serangga yang ukurannya kecil. Untuk dapat melihatnya perlu kaca pembesar. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan leluasa bergerilaya di tubuh mangsa (baca : manusia). Tak ayal lagi, kelihaian menyusup ini menyebabkan serangan kutu babi tak terhindarkan. Kutu Babi senang sekali menyerang daerah yang tersembunyi, terutama daerah lipitan baju, lipatan kulit, dan daerah yang lembab. Kutu babi biasanya ditemui di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh serangga kecil ini luar biasa. Lagi-lagi ukurannya yang mini membuat makhluk ini bisa masuk ke dalam pori-pori. Satu lagi yang masih membuat saya penasaran adalah daya tahan kutu ini terhadap berbagai jenis obat penghilang gatal. Secara ilmiah artikel yang membahas tentang kutu babi ini belum saya temukan. Tetapi ada gambar yang memberikan gambaran betapa kecilnya kutu babi.

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok. 
*** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh ketemuny…

Cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin

Di blogpost kali ini, saya ingin cerita pengalaman saya cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin. Sharing tentang kegiatan TTC saya memang saya hindari selama ini. Tapi melihat informasi di internet yang minim tentang hal-hal berkaitan dengan usaha-usaha TTC di wilayah Kalimantan Selatan, saya jadi berubah pikiran. Saya akhirnya berfikir, siapa tahu artikel yang saya tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang yang juga sedang berusaha untuk berusaha punya anak kayak saya. Biar saling menyemangati.
Setelah hampir tiga tahun tak kunjung hamil, sudah cek ke dokter spesialis kesuburan dan dibilang normal, saya inisiatif sendiri untuk melakuakn cek HSG. Oh ya, cek HSG ini fungsinya untuk melihat apa ada penyumbatan di saluran indung telur.

Di wilayah Banjarmasin,ada tiga rumah sakit yang melayani HSG. Pertama, RSUD ulin yang merupakan rumah sakit pemerintah. Kedua adalah RS sari mulia, Dan yang ketiga lupa hehheeh. Awalnya sih mikir mau ke RS Sari Mulia karena pasti pelayanannya baik, tapi setelah…