Skip to main content

Mau Merubah Orang Lain ? Pastikan Diri Kamu Sudah Berubah

Uneg-uneg tentang fasilitas publik di Indonesia pasti jika kita cari di internet jumlahnya ratusan ribu bahkan jutaan mungkin. Apalagi di media sosial, diman aorang bisa nulis sesuatu tanpa berfikir lama. 

Nah, uneg-uneg terkait fasilitas publik ini juga wajar terjadi pada saya. 
Ceritanya, beberapa hari lalu saya membuat laporan ke kantor polisi . Di sana, ada banyak antrian yang juga akan mengurus laporan kehilangan seperti halnya saya. 

Prosedur untuk membuat  laporan kehilangan adalah menulis di buku rekapan milik pak polisi, lalu pak polisi menulis pada template yang tersedia, di print dan jadi . Tapi, diujung prosesi ini saya mengamati setiap orang menambahkan aktivitas menyalami bapak-bapak polisi dengan uang 10 ribu atau 20 puluh atau bahkan lebih. 

Saya bertanya pada mbak-mbak yang juga mengurus surat kehilangan ini .
Saya       : "Mbak, memang harus bayar ya bikin surat kehilangan?" 
Mbak A : " Gak sih, tapi kan gak enak "

Capeee deh. 
Lalu saya ganti tanya ke bapak-bapak polisi dengan sok-sok lugu. Tapi gak yakin muka saya lugu yang muncul, paling juga muka sadis saya keluar hahhaha. 

Saya         : "Pak Memang bayar ya bikin surat kehilangan?"
Pak Polisi : (Salting) Eeee....seikhlasnya aja. Terserah
Saya        : Oh gitu, kalo gitu saya ga bayar ya pak..
Pak Polisi : (Mukanya emosi) Ya, terserah (dengan nada gak ikhlas)

Setelah di print, saya ucapkan terima kasih tanpa bayar. Toh, tak ada aturan suruh membayar ini itu di lokasi kantor polisi itu. Bisa kok, gak dikejar ama pak polisi juga disuruh bayar. Awas aja, kalo suruh bayar saya bisa bikin laporan ke seluruh Indonesia. Jaman gini, tinggal tulis di kompasiana atau blogdetik maka percaya deh komplain akan ditanggapin. Saya gak merasa salah pokoknya deh ... 

Selain kesal dengan pak polisi saya juga kesal dengan orang-orang alias masyarakat. Mereka tahu kok tidak perlu bayar untuk mengurus surat ini, tapi rasa tak enak ini terus dipelihara. Gratifikasi jadi budaya. Capek deh.. 

Setiap saat orang mencela polisi, orang-orang di pemerintahan karena adanya uang entertainment yang harus dibayar urus ini itu, tapi toh ya gak bakal berubah kalo kita terus memelihara budaya jelek ini dan memanjakan oknum-oknum ini. Jadi kebiasaan tauk. Akhirnya ga sembuh-sembuh. 

Kalo mau urus paspor murah ya ikuti prosedur yang ada. Sudah ada metode online yang bisa bikin cepat. Urus perpanjangan SIM juga gak mahal kalo ikutin prosedur. Nah, orang-orang pendukung gratifikasi inilah yang bikin orang-orang malas karena antrian yang sudah baik dan benar diserobot yang mampu bayar. Kalo begini siapa yang salah, ga sepenuhnya oknum juga kan? saya sih lebih menyelahkan si konsumennya. Toh, teorinya gak ada pasar kalo gak ada konsumen. 

Oke, yang masih menghujat-hujat pak polisi dan teman-temannya..pastikan dulu dirinya sudah berubah belum. Apa jadinya negeri ini, jika semua rakyat menuntut pemimpiannya membenarkan segala sesuatu yang sudah salah tapi masyarkatnya sendiri tetap melakukan kesalahan-kesalahan itu. Sama halnya kamu pingin jakarta gak macet tapi kamunya masuk jalur busway atau kamu parkir sembarangan. 

Stop menuntut jika kamu tak bisa merubah diri kamu sendiri. 

Sekian ngomel-ngomel hari ini. 

Comments

  1. Gw juga pernah tuh ngurusin surat di polsek, gara-gara klien sebelum gw ngasih salam tempel trus giliran gw ga ngasih ditagih gitu sama petugasnya katanya "yang lain juga bayar"....capee dee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin emang kita sekali-sekali perlu nyolot yaaa ...

      Delete
  2. Gw ga bayar kok sapii
    di kantor polisi yg deket pintu 2 IPB itu,
    sama, gw juga bikin surat kehilangan,
    tapi pas itu gw abis beli jambu biji, gw tawarin itu dari awal gw masuk kantor polisi,,
    hahahaha

    anyway, gw akan berubah jika gordon datang (satria baja hitam)

    ReplyDelete
  3. iyaa gue juga pernah pas mau legalisir KTP di catatan sipil !! masa per lembarnya bayar duaribu perak! kalo gak bayar malah gak dikasih legalisirnya,, perasaan gue bikin KTP gak nembak deh ! :s

    ReplyDelete
  4. iyaa gue juga pernah pas mau legalisir KTP di catatan sipil !! masa per lembarnya bayar duaribu perak! kalo gak bayar malah gak dikasih legalisirnya,, perasaan gue bikin KTP gak nembak deh ! :s

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kutu Babi : Litlle Monster di Hutan

Bagi yang suka beraktivitas masuk keluar hutan Kutu Babi pasti bukan merupakan hal yang asing lagi. Kutu babi merupakan jenis serangga yang ukurannya kecil. Untuk dapat melihatnya perlu kaca pembesar. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan leluasa bergerilaya di tubuh mangsa (baca : manusia). Tak ayal lagi, kelihaian menyusup ini menyebabkan serangan kutu babi tak terhindarkan. Kutu Babi senang sekali menyerang daerah yang tersembunyi, terutama daerah lipitan baju, lipatan kulit, dan daerah yang lembab. Kutu babi biasanya ditemui di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh serangga kecil ini luar biasa. Lagi-lagi ukurannya yang mini membuat makhluk ini bisa masuk ke dalam pori-pori. Satu lagi yang masih membuat saya penasaran adalah daya tahan kutu ini terhadap berbagai jenis obat penghilang gatal. Secara ilmiah artikel yang membahas tentang kutu babi ini belum saya temukan. Tetapi ada gambar yang memberikan gambaran betapa kecilnya kutu babi.

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok. 
*** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh ketemuny…

Cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin

Di blogpost kali ini, saya ingin cerita pengalaman saya cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin. Sharing tentang kegiatan TTC saya memang saya hindari selama ini. Tapi melihat informasi di internet yang minim tentang hal-hal berkaitan dengan usaha-usaha TTC di wilayah Kalimantan Selatan, saya jadi berubah pikiran. Saya akhirnya berfikir, siapa tahu artikel yang saya tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang yang juga sedang berusaha untuk berusaha punya anak kayak saya. Biar saling menyemangati.
Setelah hampir tiga tahun tak kunjung hamil, sudah cek ke dokter spesialis kesuburan dan dibilang normal, saya inisiatif sendiri untuk melakuakn cek HSG. Oh ya, cek HSG ini fungsinya untuk melihat apa ada penyumbatan di saluran indung telur.

Di wilayah Banjarmasin,ada tiga rumah sakit yang melayani HSG. Pertama, RSUD ulin yang merupakan rumah sakit pemerintah. Kedua adalah RS sari mulia, Dan yang ketiga lupa hehheeh. Awalnya sih mikir mau ke RS Sari Mulia karena pasti pelayanannya baik, tapi setelah…