Skip to main content

(Inginnya) Mundur Teratur dari Media Sosial

Dah Facebook...

Saya rasanya jengah sekali menggunakan Facebook pada saat pemilihan umum 2014 lalu. Facebook mendadak isinya kampanye. Kubu A ini menjelek-jelakkan kubu B dan sebaliknya. Lebih parah lagi, teman-teman banyak yang ikutan, mungkin sebagai upaya mendukung calonnya. Tapi...kadang kebangetan banget. Banyak sekali teman yang share berita yang belum jelas kebanarannya. Setiap saat setiap waktu posting politik. Bukan malah tertarik politik, tapi eneg. Suatu waktu saya juga liha liputan cyber army masing-masing kubu politik yang katanya ratusan ribu akun dan melibatkan banyak sekali orang. Ah, saya jadi mikir..mungkin yang rajin posting tentang kandidat idolanya memang lagi cari duit untuk menyambung hidup atau sekedar jajan. 

Sepertinya perasaan sama mungkin dirasakan banyak teman saya. Banyak yang malas menggunakan facebook. Tidak ada lagi update dari teman-teman, tapi Facebook isinya jadi politik. Saya mulai unfollow beberapa teman yang penggila politik. Tapi ternyata tidak membantu, facebook gak menarik lagi, hanya beberapa teman yang narsis banget yang eksis. 

Perasaan semakin malas bertambah saat pilkada DKI. Haloooo.. saya aja tinggal di luar pulau kena dampaknya. Ini pilkada DIKI rasa pilpres, semua bikin isu-isi aneh, terutama isu SARA. Saya susah bedain ini fakta atau hasutan. Hasilnya, saya uninstall facebook. Bukan berarti saya gak buka facebook. Saya sesekali buka facebook dari browser dan sesekali menimpali update personal life teman yang upate di facebook. 

Instagram? 

Semenjak mundur teratur dari Facebook, saya keranjingan banget cek Instagram. Gak cuma lihat, saya juga banci posting. Lagi ini lagi itu, baik yang penting dan gak penting (emang ada gitu yang penting?). Lalu dikit-dikit refresh IG. Saya mulai suka follow Selebgram dan Beauty Blogger. Rasanya gara-gara itu deh saya suka impulsive buying berbagai produk skin care yang dipake si beauty blogger ini dan itu. Yang murah hingga yang hampir jutaan dengan harapan punya muka mulus sperti mereka. Lalu pengen juga ih jadi stylish kayak mereka. 

Entah kenapa saya lama-lama jadi gak pede, muka ga mulus, style biasa-biasa aja. Lalu, lama-kelamaan saya sadar. Toh foto yang mereka upload di IG itu gak sekali jepret, ambil foto muka glowing juga ada teknik pencahayaan yang benar, lensa yang bening, dan berbagai angle. Saya akhirnya mikir, muka saya pas-pasan ini seinget saya kalo teman yang pintar moto dan pakai lensa kamera oke juga akan keren ala-ala selebgram itu. Saya juga sadar, yaah..mereka posting paling prima kayak gitu emang itu jadi mata pencaharian mereka. Oh ya, selain postingan selebgram, saya juga terinfeksi banget dengan postingan interior rumah. Idealnya kan kayak gitu, tapi ah kan realitanya butuh duit banyak banget buat bikin rumah instagramable. Lagian itu yang difoto bagian yang gak berantakan. Hahhahahh. 

Sering lihat IG juga membuat benchmark saya tinggi banget. Kadang jadi lupa bersukur. Lihat teman yang posting liburan..jadi suka mbatin kok aku gak liburan-liburan yaa. Ketahuan yaa hatiku dipenuhi iri dengki hahhahahha. Gak juga ah, normal kan kayak gitu kalo sesekali terbesit. Masa sih ada yang gak? 

Keep my life private 

Suatu waktu, saya lagi posting saya lagi beraktivitas apa di sosmed. Tiba-tiba ada seseorang yang komen "wah enak banget yaa.....kapan aku bisa gini". Lalu saya post juga lagi makan ini, dan dibales wah mahal banget. Gak sekali dua kali, tapi setiap saya posting dia komen. Kejadian ini menjadi sebuah titik balik saya dan semakin menahan saya untuk post update-update saya termasuk makan dimana, lagi apa dan apa.

Dari posting-posting itu, saya sadar. Ada orang-orang yang mengaggap apa yang kita lakukan sebagai sesuatu yang luar biasa. Tentu saja, saya merasa gak enak dong. Terlebih lagi kalo kepikiran, misal uang yang saya keluarkan untuk makan suatu menu ternyata bisa jadi uang belanja orang tersebut beberapa kali. Lalu kepikiran, malah pamer tapi gak bantu.

Gara-gara itu, semakin kesini semakin ngerasa ga penting postingan update lagi ini dan itu. Misalkan aja...lagi jalan-jalan ke sini, lagi makan di restoran ini. Kalau mau posting suka kepikiran, terus? efeknya buat orang lain apa kok pamer-pamer. Mau makan mah dirasain di mulut, kok malah difoto. Gak ada faedahnya!. Pikiran kayak gini terus muter-muter pas mau posting. Kadang pas udah posting saya delete karena ngerasa ga ada faedahnya untuk orang. Tapi sejujurnya saya suka banget lihat postingan teman-teman makan ini dan itu, kadang jadi inspirasi menu makan. Cuma, kalo saya yang posting, kayaknya saya selalu mikir, saya gak sepenting itu. Hahhahaha. Apa nih. Low self esteem ya? 


Tapi gak bisa stop twitter...

karena bisa ngomel. Duh! ini PR banget buat ngurangin berkeluh kesah. 




Comments

  1. Bwakakakakkakaa.... Ini gw banget bulan-bulan lalu. Mirip hampir persis. Banyak mudharotnya. Bikin jurang lebar juga untuk komunikasi dengan beberapa teman. Akhirnya bulan2 lalu nyoba nggak Fb nggak IG (udah tahunan nggak twitter). Tinggal WA story aja masih belum bisa off. kekekekekee. Personally speaking, my life become more useful gitu deh.... More real... Hahahahhaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp kali ya pke WA Story, sebentar ilang. hahhahha. sombong dikit menenangkan jiwa hahahha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kutu Babi : Litlle Monster di Hutan

Bagi yang suka beraktivitas masuk keluar hutan Kutu Babi pasti bukan merupakan hal yang asing lagi. Kutu babi merupakan jenis serangga yang ukurannya kecil. Untuk dapat melihatnya perlu kaca pembesar. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan leluasa bergerilaya di tubuh mangsa (baca : manusia). Tak ayal lagi, kelihaian menyusup ini menyebabkan serangan kutu babi tak terhindarkan. Kutu Babi senang sekali menyerang daerah yang tersembunyi, terutama daerah lipitan baju, lipatan kulit, dan daerah yang lembab. Kutu babi biasanya ditemui di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh serangga kecil ini luar biasa. Lagi-lagi ukurannya yang mini membuat makhluk ini bisa masuk ke dalam pori-pori. Satu lagi yang masih membuat saya penasaran adalah daya tahan kutu ini terhadap berbagai jenis obat penghilang gatal. Secara ilmiah artikel yang membahas tentang kutu babi ini belum saya temukan. Tetapi ada gambar yang memberikan gambaran betapa kecilnya kutu babi.

Cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin

Di blogpost kali ini, saya ingin cerita pengalaman saya cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin. Sharing tentang kegiatan TTC saya memang saya hindari selama ini. Tapi melihat informasi di internet yang minim tentang hal-hal berkaitan dengan usaha-usaha TTC di wilayah Kalimantan Selatan, saya jadi berubah pikiran. Saya akhirnya berfikir, siapa tahu artikel yang saya tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang yang juga sedang berusaha untuk berusaha punya anak kayak saya. Biar saling menyemangati.
Setelah hampir tiga tahun tak kunjung hamil, sudah cek ke dokter spesialis kesuburan dan dibilang normal, saya inisiatif sendiri untuk melakuakn cek HSG. Oh ya, cek HSG ini fungsinya untuk melihat apa ada penyumbatan di saluran indung telur.

Di wilayah Banjarmasin,ada tiga rumah sakit yang melayani HSG. Pertama, RSUD ulin yang merupakan rumah sakit pemerintah. Kedua adalah RS sari mulia, Dan yang ketiga lupa hehheeh. Awalnya sih mikir mau ke RS Sari Mulia karena pasti pelayanannya baik, tapi setelah…

Mati Suri Transportasi Umum Banjarbaru

Beberapa minggu lalu, di jakarta ibu kota tercinta indonesia ini lagi-lagi ribut (Lagi!!). Kali ini ributnya tentang taksi konvensional ama taksi online aka uber/grab. Sementara di jakarta pemerintah dan media seindonesia raya ngeributin gimana ngatur lalu lintas jakarta, pakai ojek online lah, taksi online lah, busway, apetebe, kereta cepat, em er te ato ribut metromini, kita kita cuma ngamati sambil mulai dilupakan. 
Kondisi transportasi di jakarta ini saking banyaknya ampe ribut. Beda banget ama transportasi umum, di Banjarbaru, suatu kota kecil di Kalimantan Selatan yang letaknya sebelah ama ibukota provinsi, Banjarmasin. Ini ya, saya sebutin transportasi yang ada di Banjarbaru. 
Taxi. memang sih taxi nya warna biru mirip taksi burung biru. Tapi, Jangan samakan taxi ini sama dengan taxi ekspress ato blubird di Pulau Jawa. Beda sekali pemirsa. Taxi ini cuma mangkal di Bandara dan tarifnya sungguh jahanam. Tarif taxi ini, dari Bandara ke kontrakan saya yang cuma 10 menit dari bandar…