Skip to main content

Ghost writer

Waktu itu, seperti biasa abis gajian (eh kapan lagi ya..hoohoho) saya maen ke gramedia. Asyiknya jalan-jalan ke toko abis gajian itu bisa nenteng tas terus ambil buku seenaknya tanpa lihat harga,,,(garuk garuk tanah, kapan lagi?). Di suatau rak saya menemukan buku berjudul Ghostwriter. 

Karena tertarik dengan judulnya, saya beli deh. saya pikir ceritanya tentang hantu yang rajin nulis atau  sejenisnya,,ternyata bukan. Oh, di sini terlihat sekali betapa jeleknya bahasa inggris saya. Ternyata oh ternyata Ghost writer adalah pekerjaan seorang penulis yang merelakan tulisannya diakui oleh orang lain. Boleh dibilang tindakan ilegal yang legal. 

Oke, lanjut pemirsah. 
Beberapa hari yang lalu, saya tidak sengaja menemukan tulisan yang berisi lowongan untuk membuat artikel. berhubung paceklik pemasukan dan ingin mencoba, saya melamar. Hitung-hitung sebagai latihan menulis agar keinginan saya menerbitkan buku terwujud nantinya (amiin). Oke, saya diterima. Tugas saya membuat artikel sebanyak 100 buah untuk di posting di blog si empunya. 

100,,,oh 100. ternyata banyak sekali ya dengan satu artikel kurang lebih 1,5 halaman berarti saya menulis 150 halaman  dengan deadline pengumpulan yang telah ditentukan. 
*berasa leher dicekik jika teringat tugas-tugas kuliah yang segudang dan mengambil jatah tidurku setiap hari*

Catatan besar SOP kerja yang dibuat si empunya adalah, "karya adalah menjadi hak milik saya". boleh dibilang ini bagain paling sedih. Yup, safinah kamu resmi menjadi ghost writer. mungkin jika nanti blog si bos-saya ini sudah selesai, traffik bagus, dan banyak komentar saya ingin berteriak-teriak dalam hati :
                                      "Eh,,,inii tulisan saya. Saya yang menulis artikel ini"

oh ya kesan minggu pertama adalah " susah sekali menulis dengan teratur. Dua hal, yakni target dan mood merupakan dua kubu yang tak pernah seiring sejalan". Ironis sekali perkataan kata ini, padahal saya masing sering membaca buku bajakan, bahkan buku bajakan yang saya baca pinjaman pula. oh ya, saya juga dengan senang hati foto kopi buku, padahal sang penulis mungkin jungkir balik menulisnya....

Ehm, sekian cerita singkat saya. menulis di blog benar rekreasi otak dan keluar dari kepenatan tugas-tugas serta ujian yang tak kunjung berhenti. Oh ya, besok ujian penyakit hutan yang notabenenya isinyya DNA, RNA, Haustrobium, Hifa, Miselium, .....arrrgggghhh...

eh saya pasti bisa!!!

Comments

  1. hah?? seratuuss?? kirain kemaren itu kamu bakalan jadi admin blog atau kontributor blog! ckckckck~ semangat lah yaa nduut~

    ReplyDelete
  2. Semangat saphie!!! ehm..ehm.. jd nyindir,, msh utang buku pinjeman ama yg komentar diatas.. hehehe ^^v

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kutu Babi : Litlle Monster di Hutan

Bagi yang suka beraktivitas masuk keluar hutan Kutu Babi pasti bukan merupakan hal yang asing lagi. Kutu babi merupakan jenis serangga yang ukurannya kecil. Untuk dapat melihatnya perlu kaca pembesar. Ukurannya yang kecil tersebut menyebabkan leluasa bergerilaya di tubuh mangsa (baca : manusia). Tak ayal lagi, kelihaian menyusup ini menyebabkan serangan kutu babi tak terhindarkan. Kutu Babi senang sekali menyerang daerah yang tersembunyi, terutama daerah lipitan baju, lipatan kulit, dan daerah yang lembab. Kutu babi biasanya ditemui di hutan pantai dan hutan hujan dataran rendah.

Rasa gatal yang ditimbulkan oleh serangga kecil ini luar biasa. Lagi-lagi ukurannya yang mini membuat makhluk ini bisa masuk ke dalam pori-pori. Satu lagi yang masih membuat saya penasaran adalah daya tahan kutu ini terhadap berbagai jenis obat penghilang gatal. Secara ilmiah artikel yang membahas tentang kutu babi ini belum saya temukan. Tetapi ada gambar yang memberikan gambaran betapa kecilnya kutu babi.

Maju Mundur Ikut Program Hamil di Banjarmasin

Sebenernya pengen keep secret usaha promil saya karena males ditanya-tanya. Tapi gak ada salahnya di-share, siapa tau ada yang perlu cari-cari info tentang tentang program hamil terutama di kota yang gak gede-gede banget dan gak kecil-kecil banget yakni di Banjarbaru ato Banjarmasin. Semangat ini muncul karena ternyata postingan tentang test HSG saya juga banyak yang baca...jadinya makin semangat biar lebih banyak yang baca dan muncul kesadaran tentang apa-apa yang akan saya ceritakan terutama masalah infertilitas yang masih dianggap sebagai hal yang memalukan. Padahal, yaa menurut kami sama aja kayak penyakit biasa yang bisa disembuhkan dan selalu ada harapan kok. 
*** Jadi, saya menikah Februari 2014. Setelah menikah kami LDR Bogor-Batu licin (Kalsel), karena saya masih kudu sekolah S2. Lalu saya pindah ke Banjarbaru, eh suami saya dipindah ke Kalbar tepatnya di Ketapang. Kalo gak salah hampir setahunan. Lalu, suami resign dan pindah ke Kalimantan Tengah. Jadi, mending deh ketemuny…

Cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin

Di blogpost kali ini, saya ingin cerita pengalaman saya cek HSG di RSUD Ulin Banjarmasin. Sharing tentang kegiatan TTC saya memang saya hindari selama ini. Tapi melihat informasi di internet yang minim tentang hal-hal berkaitan dengan usaha-usaha TTC di wilayah Kalimantan Selatan, saya jadi berubah pikiran. Saya akhirnya berfikir, siapa tahu artikel yang saya tulis bisa bermanfaat bagi banyak orang yang juga sedang berusaha untuk berusaha punya anak kayak saya. Biar saling menyemangati.
Setelah hampir tiga tahun tak kunjung hamil, sudah cek ke dokter spesialis kesuburan dan dibilang normal, saya inisiatif sendiri untuk melakuakn cek HSG. Oh ya, cek HSG ini fungsinya untuk melihat apa ada penyumbatan di saluran indung telur.

Di wilayah Banjarmasin,ada tiga rumah sakit yang melayani HSG. Pertama, RSUD ulin yang merupakan rumah sakit pemerintah. Kedua adalah RS sari mulia, Dan yang ketiga lupa hehheeh. Awalnya sih mikir mau ke RS Sari Mulia karena pasti pelayanannya baik, tapi setelah…